Home » » Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup materi PAI di dalam kurikulum 1994 sebagaimana dikutip oleh Muhaimin pada dasarnya mencakup tujuh unsur pokok, yaitu: Al-Qur’an-Hadist, keimanan, syari’ah, ibadah, muamalah, akhlak, dan tarikh. Pada kurikulum tahun 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok, yaitu: Al-Qur’an, keimanan, akhlak, fikih dan bimbingan ibadah serta tarikh yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu secara keseluruhannya dalam lingkup: Al-Qur'an dan al-hadis, keimanan, akhlak, fiqih / ibadah, dan sejarah, sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup perwujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya.

Mengenai lingkup maupun urutan sajian materi pokok pendidikan agama itu sebenarnya telah dicontohkan oleh Luqman ketika mendidik putranya.

Unsur-unsur pokok materi kurikulum PAI yang tersebut di atas masih terkesan bersifat umum dan luas. Perlu ditata kembali menurut kemampuan siswa dan jenjang pendidikannya. Dalam arti, kemampuan-kemampuan apa yang diharapkan dari lulusan jenjang pendidikan tertentu sebagai hasil dari pembelajaran PAI.

Dalam GBPP mata pelajaran PAI kurikulum 1994 sebagaimana dikuti oleh Muhaimin, dijelaskan bahwa pada jenjang Pendidikan Menengah, kemampuan-kemampuan dasar yang diharapkan dari lulusannya adalah dengan landasan iman yang benar, siswa:
a. Taat beribadah, mampu berdzikir dan berdo’a serta mampu menjadi imam; anak pada usia SMA dapat menjalankan rukun Islam, terutama sahadat, salat, zakat, dan puasa. Anak diharapkan juga mampu mengagungkan asma Allah, serta mampu memimpin salat.
b. Mampu membaca Al-qur’an dan menulisnya dengan benar serta berusaha memahami kandungan maknanya terutama yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang relevan dengan apa yang diketahui di lingkungan sekitarnya.
c. Memiliki kepribadian muslim, artinya di dalam diri anak selalu terpancar kesalehan pribadi dengan selalu menampakkan kebajikan yang patut dipertahankan dan diteladani untuk ukuran sebaya.
d. Memahami, menghayati dan mengambil manfaat sejarah dan perkembangan agama Islam, dalam hal ini disesuaikan dengan kemampuannya.
e. Mampu menerapkan prinsip-prinsip muamalah dan syari’at Islam dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam arti mampu menerapkan hubungan sesama makhluk dengan memperhatikan hukum Islam dan pengetahuan tentang agama Islam yang memiliki anak usia SMA.

Agar kemampuan-kemampuan lulusan atau out put yang diharapkan itu bisa tercapai, maka tugas Guru pendidikan agama Islam adalah berusaha secara sadar untuk membimbing, mengajar, dan melatih siswa sebagai siswa agar dapat: (1) meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga; (2) menyalurkan bakat dan minatnya dalam mendalami bidang agama serta mengembangkannya secara optimal, sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain; (3) memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahannya dalam keyakinan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari; (4) menangkal dan mencegah pengaruh negatif dari kepercayaan, paham atau budaya lain yang membahayakan dan menghambat perkembangan keyakinan siswa; (5) menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang sesuai dengan ajaran Islam; (6) menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat; dan (7) mampu memahami, mengilmui pengetahuan agama Islam secara menyeluruh sesuai dengan daya serap siswa dan keterbatasan waktu yang tersedia.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) berpusat pada sumber utama ajaran islam, yakni Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 2 dan surat Al-Isra' ayat 9:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنِ

Artinya: “Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa". (Q.S. Al-Baqarah: 2)

إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِيَ أْقَوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتَ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْرًا


Artinya: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada oang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. (Q.S. Al-Isra': 9)
Seringkali manusia menemui kesulitan dalam memahami Al-Qur'an dan hal ini juga dialami oleh para sahabat Rasulullah SAW sebagai generasi pertama penerima Al-Qur'an. Oleh karena itu, mereka meminta penjelasan kepada Rasulullah SAW, yang memang diberi otoritas oleh Allah SWT, otoritas ini dinyatakan dalam firman Allah SWT, dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 44:

بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنْزَلْنَآ إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتَبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَانُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ


Artinya: "Keterangan-keterangan (mu'jizat) dan kitab-kitab. Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. (Q.S. An-Nahl: 44)

Dengan demikian, as-Sunnah berfungsi sebagai penjelas terhadap al-Qur'an dan sekaligus dijadikan sebagai sumber pokok ajaran islam serta dijadikan pijakan atau landasan dalam lapangan pembahasan Pendidikan Agama Islam.

Dari kedua sumber tersebut, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah kemampuan yang diharapkan adalah sosok siswa yang beriman dan berakhlak. Hal tersebut tentunya selaras dengan tujuan pendidikan Agama Islam seperti tersebut di atas, yaitu sosok siswa yang secara terus menerus membangun pengalaman belajarnya, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.


Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com
Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel baru yang terbit di Blog Kabar Pendidikan

0 Komentar:

 
Support : Majalah Pendidikan | INSPIRE Consulting | Gudang Makalah | Grosir Laptop
Copyright © 2011. Majalah Pendidikan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger