Home » » Peran Guru BK Dalam Menghadapi Ujian

Peran Guru BK Dalam Menghadapi Ujian


Guru BK mempunyai peran yang sangat besar di dalam penanganan ketidak patuhan siswa. Diantara peran guru BK tersebut diantaranya adalah pemahaman, pencegahan, pengentasan, serta penanganan dan pencegahan.

Pemahaman, guru BK berusaha untuk memahami siswa berkaitan dengan perilaku, kenapa, mengapa, termasuk juga bagaimana untuk bias mengerti latar belakang dari tindakan siswa.

Pencegahan, guru BK berusaha untuk mencegah perilaku siswa yang tidak patuh terhadap gurunya.

Pengentasan, guru BK berusaha untuk merubah perilaku siswa yang tidak patuh terhadap guru, agar kemudian bias merubah sikapnya untuk lebih patuh terhadap guru.

Fungsi guru BK terakhir yaitu, pemeliharaan dan pengembangan; dalam hal ini guru BK harus mampu membina dan menjaga suasana yang telah ada agar tetap dan bahkan bias lebih meningkat. Sehingga ketidak patuhan siswa terhadap guru dapat ditangani dengan baik.

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Prayitno & Amti (2004: 25), bahwa pengembangan kemanusiaan seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi yang kediriannya matang, dengan kemampuan social yang menyejukkan, kesusilaan yang tinggi, dan keimanan serta ketaqwaan yang dalam. Lebih lanjut juga dikatakan, bahwa tingkat ketidak patuhan siswa kepada guru maupun orang tuanya di rumah merupakan gejala kurang berkembangnya dimensi social dan kesusilaan siswa (Prayitno & Amti, 2004: 26). Sehingga dari sinilah guru BK mempunyai peranan yang cukup besar kepada peserta didik.

Peranan guru sebagai motivator sangatlah penting dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi (Sardiman, 2001: 143). Dikatakan pula oleh Prayitno (1995: 28), bahwa layanan informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien). Sehingga dapat dikatakan bahwa layanan informasi bidang bimbingan pribadi merupakan layanan yang diberikan dalam bentuk pemberitahuan, penerangan sebagai arahan kepada diri pribadi seseorang agar menjadi lebih baik.


Daftar Rujukan:
1. Hallen , A, 2002. Bimbingan dan Konseling dalam Islam, Jakarta; Ciputat Pers.
2. Mudjiono, 1992. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
3. Notoatmodjo, Soekidjo, 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
4. Nursalam, 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
5. Prayitno & Erman Amti, 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta.
6. Prayitno. 2001. Buku Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Padang: P4T IKIP Padang.
7. Slameto, 1991. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta.
8. Sudjana, Nana, 2003. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Bandung: Sinar Baru Algesindo.
9. Sukardi, Dewa Ketut. 2003. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
10. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Citra Umbara.


Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel baru yang terbit di Blog Kabar Pendidikan

0 Komentar:

 
Support : Majalah Pendidikan | INSPIRE Consulting | Gudang Makalah | Grosir Laptop
Copyright © 2011. Majalah Pendidikan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger